Senin, 13 Mei 2013

Pesisir Lain Jepara (Pantai Kartini-Pulau Panjang)




Long weekend itu libur panjang dan pulang kampung ketemu emak. Namun apalah daya tugas negara menghadang. Sebenernya bukan hobi sih jadi panitia ini itu, cuma nasib orang keren aja, banyak amanah,sobat.. <sumpah pas ngetik ini kepalanya lagi mules>. Diterima saja deh diledekin, “Emang Ghe punya rumah? Ibu’ne wae ga ngarep de’en pulang kok. Kan emang penjaga Sekaran dan sekitarnya.” Itumah makk jleb jleb.. ngikut ketawain diri sendiri saja sayanya.. hahahaha
Well, dari serombel saya yang ga mudik cuma beberapa tok. Tersisalah dua mahkluk budiman ini taraaa... Geriel Farah Faizah dan Eka Setiawati. Gimane kalo jalan-jalan.. kantong meringis.. tawar-menawar, yang deket aja.. okeh!
Setelah searching-searching sesore itu, akhirnya.. Jepara.
Pagi banget.. jam enem kita menghadang angkot orange untuk menuju Jati Ngaleh. Rp 3500,-
Selanjutnya disambung dengan bis menuju Terminal Terboyo, yang ini Rp 5000,-
“Ayo.. Njeporo..Njeporo,” pak keneknya medok, heheg. Buat berdua dibayar pake tiga puluh rebu, kembali delapan rebu..(Rp 11.000/orang) Horeee... kemarin baca di net bayarnya lima belas rebu. Padahal lumayan jauh si..
Sepanjang jalan jujur saya tidur, baru bangun pas sampai Jepara kota, yang banyak art galerinya itu. Cantik-cantik meubelnya. Gaya Jawa Klasik sampai yang khas rumah-rumah Amerika ada semua. Export quality sepertinya. Sepanjang jalan hampir semua rumah ada kegiatan yang berhubungan dengan kayu. Sayangya setahu saya sih sekarang sebagian besar penduduk lokal hanya sebatas buruh di pabrik meubel, jarang yang sukses jadi pemilik.
Lanjut. kita sampai di terminal sekitar jam setengah sepuluh. Nanya ke bapak DLLAJ gimana cara ke Bandengan. Disaranin pakai becak ke pasar trus ngeteng angkot. Sepakat pakai becak, ditengah jalan si bapak becak nanya mau kemana. Kita bilang mau ke Bandengan trus nyeberang Pulau Panjang. “ Ya kejauhen dek. Mending dari Kartini aja kalau ke Panjang, kapalnya banyak.” Awalnya kita nggak percaya <pengaruh info dari blog yang kita baca tentang cara ke Pulau Panjang, sama... sorry, kadang-kadang dikibulin sih ama tukang becak>. Tapi setelah diyakinkan oleh orang-orang di pinggir jalan, yawes MPW. Gara-gara bapaknya harus putar balik, jadi kita bayar lima belas rebu (Rp 7.500,- / orang) sampai ke Pelabuhan Kartini. FYI biasanya sepuluh rebu.
Sampai di Kartini bayar tiket masuk Rp 3.000,- aja. About pantai Kartini, karena basicnya pelabuhan, ini pantai ga punya hamparan pasir gitu..apa yah, mungkin mirip ancol yang bagian berbatunya itu loh. Fasilitas di sini sudah lumayan. Penginapan di dalam kawasan pantai juga talah tersedia. Yang terkenal dan nongol di net, Penginapan Kota Baru. Harganya mulai tujuh puluh ribuan. Sebelahnya juga ada, kisaran segitu juga. Pantai Kartini juga punya bangunan berbentuk kura-kura raksasa, di dalamnya ada berbagai akuarium. Niatnya balik dari Pulau Panjang mau ke sini tapi waktu nggak ke buru. Fasilitas permainan juga banyak di sini, terutama untuk anak-anak, cocok sebagai tempat berlibur keluarga. Banyak pengunjung yang biasanya mampir ke mari sebelum atau sesudah menyeberang ke Karimun Jawa. Eka dan saya cuma sebentar di mari, karena memang tujuan inti kita pulau Panjang. Untuk menyeberang ke Pulau Panjang kita bayar Rp13.000,- PP (dianter terus entar janjian sama bapak perahunya mau dijemput jam berapa). Pangunjung nggak terlalu rame sih, mungkin karena hari Jumat. Ato mungkin juga saya yang kurang tahu standart ramenya kek gimana.
Sampai hampir jam sebelas perahu belum bisa berangkat. Kurang muatan. Sampai-sampai saya ikut promo biar si perahu cepet berangkat. Hiks.. pada nggak mau, kebanyakan milih nanti setelah sholat Jumat. Perahu berangkat sekitar jam sebelas lebih, akhirnya... Mungkin karena si bapak perahu melas ngeliat kita, atau engap ngeliat tingkah saya nawarin orang-orang yang mendekat ke dermaga. Harusnya kan seneng yak.. heheg, bodolah, yang penting dianter meskipun cuma berdua doang. Heheg J




Dermaga Pantai Kartini jurusan Pulau Panjang
















Di itinerary yang saya buat sebenarnya jalur jalan kami di mulai dari  pantai Bandengan-pulau Panjang-pantai Kartini. Tapi berubah deh.. gapapa juga sih.. soalnya waktu di pulau Panjang, perahu-perahu yaang dari Bandengan jauh lebih sedikit dibanding yang dari pelabuhan Kartini. Nggak kebayang kalau nunggu lagi ah.. Sebenarnya hanya butuh lima belas menit saja untuk sampai ke Pulau Panjang. Dari pulau Kartini juga udah keliatan.. Angin semilir plus ombak yang mengayun pelan membuat saya....pingin tidur,lhoh. Enggak ding, pengen cepet nyebur. Air laut siang itu tidak terlalu berombak. Sampai. Pengunjung cuma beberapa saja, ada dua rombongan sekitar lima belas orang. Saya langsung ganti baju dan nyebur deh.
Pulau Panjang sendiri saat ini adalah salah satu cagar alam dengan beberapa species tumbuhan dan hewan yang dilindungi. Pulau ini sebenarnya tidak berpenghuni, hanya ada dua orang yang tinggal di sini, menurut cerita ibu penjual pop mie dan info yang saya baca di net, dua ibu itu tinggal di atas papan-papan seadanya, di atas pohon. Sayang, saya ga sempat lihat rumah pohonnya. Keadaan Pualau Panjang tidak terlalu sesuai bayangan saya. Kecewa bukan ke pulaunya sih, tapi sama orang-orang yang nyampah. Meskipun tetap berpasir putih, tapi akan lebih cantik lagi kalau nggak terlalu kotor kan. Okelah, nikmati saja. Pas lagi maen aer, ketemu bapak-bapak yang mancing. Ngobrol-ngobrol dengan kesok kenalan saya seperti biasa. Heheg. Eh ditawarin ikan. “Belom maem kan, nok? Tunggu bentar nanti saya bakarin, dimakan bareng.” Saya mah belum pernah makan ikan langsung dari laut dibakar dengan bumbu cuma celup-celup air laut. Mama.. enak ternyata, gurih. Lupain deh hygiene-hygiene, intinya ueenak. :p
Kelar makan kita ketemu sama serombongan kapal yang keren euy.. “Iyo mbak. Kita ndak pake perahu yang kayak sampean. Kita bawa perahu sendiri.” Heuu.. mereka rame-rame loh sekitar tiga puluhan orang, rata-rata keknya delapan belas sampai dua limaan. Enak kali ya kalo sama temen-temen sebanyak itu, nyetirin perahu lagi..heheg :)
After mainan air apa yang dilakukan?
Yaps, mengeksotiskan kulit yang sudah gosong.. heheg Indonesia banget dah. Sekaliah ah, kepalang tanggung. Pulang kek ikan asap, jerawatan, ancur deh, wong dengan cerdasnya saya nggak pake dan bawa sunblock. Maap ya kulit.. Next, perut diisi ikan ternyata masih laper. Beli pop mie Rp 6.000,- ama minuman botol Rp 8000,-. Harga di sini masih rasionah. Padahal seharusnya ketika permintaan naik harga semakin naik. Halah... :) iya sih yang jualan dikit soalnya. Ada beberapa lapak jualan di dalam kawasan pulau Panjang. Waktu jualannya cuma sampai sore, maklum.. listrik aja nggak nyampe sini, kok saya bayangin malem-malem di sini jatohnya serem ya..krik krikk krik. Oiya, disini juga ada makam sesepuh yang dahulunya menyebarkan agama di kawasan pesisir Jepara. Kondisi makam cukup terawat. Tak jarang beberapa pengunjung ke mari untuk tujuan berzirah juga.


Pulau Panjang




Pulau Panjang




Pulau Panjang




Pulau Panjang


Pulau Panjang




Pulau Panjang




Pulau Panjang







Dermaga Pulau Panjang.. tua euy




Anak-anak yang rombongan nyetirin perahu sendiri








Harga makanan murah kan




Ikan hasil pancingan




Kapan naek ini ke Karjaaaaw :(




Ikan bakar fresh from the oven


Kami selesaikan makan siang, jam setengah dua.an bersih-bersih badan, alamak... airnya air laut juga. Bayar Rp 3.000 aja. Udah cantik ah, pulang yuh.. pengunjung mulai berdatangan, kami ikut salah satu perahu yang kembali ke Kartini. Dari tadi mantengin kapal cepat yang ke Karjaw sambil bilang.. Ya Alloh, bawa aku ke Karjaw.. secepatnyaaaaaaaaaa aamiin
Sebelum pulang beli rujak Rp 5.000, keknya makanan khas sini deh, panjual makanan yang berjajar ya rujak ini. Beli oleh-oleh juga. Dan siap-siap membecak dan ngebis lagi ke Semarang. Pake muka kecewa karena nggak nemu kipas kayu cendana yang di pesen emak. Katanya Jepara terkenal ama kipas buat ke kondangan itu. Emak saya jarang minta oleh-oleh, sekali minta saya nggak nemu, nggak enak deh jatohnya. Maap ya Mak, ini masih dicariin terus kok biar entar balik kampung bisa bawa itu kipas.

Sekian :)


Categories: ,

4 komentar:

  1. Ketika naik perahu kepala pucing2., tapi pas sampai di objek wisata pulau panjang perjuangan terasa berarti., hehe.

    BalasHapus
  2. Disambil nyanyi-nyanyi aja kak. Lupa pusingnya

    BalasHapus
  3. di tempat wisata alam pulau panjang pemandangannya sangat indah untuk di nikmati bagi para travelleres dan pencinta alam , untuk route perjalanan dari kota sekitar bisa di lihat di link berikut ini wisata pantai pulau panjang jepara

    BalasHapus

Yours: